Garut, 11 November 2025 — Dalam rangka menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan membentuk budaya hidup berkelanjutan, seluruh siswa dan siswi SMA Negeri 27 Garut kini dibiasakan untuk membawa tumbler dan totebag setiap hari. Program ini menjadi bagian dari gerakan sekolah ramah lingkungan sekaligus langkah nyata dalam meminimalisir penggunaan plastik sekali pakai yang berpotensi mencemari lingkungan dan menyebabkan banjir.

Apel pagi hari ini dipandu langsung oleh Bapak Sa’duddin, S.Pd., selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Masyarakat (Humas), yang bertindak sebagai pembina apel. Dalam amanatnya, beliau menyampaikan pentingnya kesadaran bersama untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan mulai dari hal-hal kecil yang dilakukan setiap hari.

“Membawa tumbler dan totebag bukan hanya gaya hidup, tetapi bentuk nyata kepedulian kita terhadap bumi. Sampah plastik tidak hanya mencemari tanah dan air, tetapi juga dapat menyumbat saluran air dan memicu banjir. Dengan langkah sederhana ini, kita berkontribusi besar bagi lingkungan,” ujar beliau dalam sambutannya.

WhatsApp Image 2025-11-11 at 07.11.15

Para siswa tampak antusias mengikuti kegiatan apel dengan menunjukkan tumbler dan totebag masing-masing. Beberapa di antara mereka bahkan telah menghias tumbler dengan stiker bertema lingkungan sebagai bentuk kreativitas dan kebanggaan terhadap gerakan hijau sekolah ini.

Program ini diharapkan menjadi budaya positif di lingkungan SMAN 27 Garut, tidak hanya sebagai kebiasaan sementara, tetapi juga sebagai bagian dari karakter siswa yang peduli terhadap keberlanjutan alam. Sekolah pun berencana menjadikan gerakan ini sebagai bagian dari program sekolah adiwiyata, guna memperkuat visi sekolah dalam menciptakan generasi yang cerdas, berkarakter, dan berwawasan lingkungan.